Jurus Kalap Wakil Rakyat

Aloysia Nindya Paramita - Thia Destiani
07 Juli 2017

Ilustrasi (Sumber Foto: Tim Grafis Bernas)

JAKARTA, HarianBernas.com – Kiprah Dewan Perwakilan Rakyat RI makin membingungkan rakyat. Setelah sejumlah sejumlah politisi Senayan disebut-sebut dalam kasus korupsi KTP elektronik, mereka kemudian membentuk Pansus Angket KPK. Bahkan, Pansus Angket KPK sampai harus mendatangi sejumlah narapidana kasus korupsi, demi memuaskan hasratnya untuk mengoreksi kinerja KPK.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, bahkan sampai menyebut kunjungan tim Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK menemui beberapa narapidana kasus tindak pidana korupsi di Lapas Sukamiskin Bandung dan Lapas Pondok Bambu Jakarta Timur itu sebagai sebuah lelucon.

"Mungkin menurut mereka itu etis tetapi bagi masyarakat luas dan saya, jelas itu sebuah lelucon. Tidak ada nalar hukumnya karena napi itu sudah berstatus terbukti secara sah dan meyakinkan secara hokum, bahkan statusnya sudah berkuatan hukum tetap melakukan tindak pidana korupsi," kata Busyro di gedung KPK Jakarta, Kamis (6/7).

Busyro juga merasa heran jika tim Pansus Hak Angket KPK sampai mau mewawancarai narapidana kasus korupsi tersebut. "Kalau sudah terbukti terus yang mau diwawancara apanya? Apakah mengharapkan sesuatu yang berbeda dari yang diputuskan hakim itu. Kalau itu yang diharapkan berarti Pansus ini kan tidak jelas arahnya. Apa yang mau ditarget dengan menemui napi-napi itu," tuturnya.

Kepada Bernas, Busyro Muqoddas menyatakan bahwa Pansus Angket KPK menegaskan nafsu DPR dan parpol pendukung angkt untuk melawan gerakan dan sistem pemberantasan korupsi. “Perilaku DPR terhadap KPK menegaskan hal ini,” ujarnya kepada Bernas.

Menurut Busyro, tujuan akhir Pansus Angket KPK adalah melumpuhkan KPK melalui revisi UU KPK. “Tampak disini bahwa parpol dan DPR semakin tampak tidak pro pemberantasan korupsi. Padahal KPK dan UU Tipikor merupakan anak kandung reformasi. Jadi, Pansus sebenarnya adalah wujud hasrat parpol-parpol pendukung Pansus untuk melumpuhkan KPK dan membuka ruang gerak korupsi lebih leluasa,” ujarnya.

Tidak hanya Busyro Muqoddas, Forum Guru Besar Antikorupsi juga menyatakan keprihatinan atas upaya pelemahan KPK oleh para wakil rakyat. Sebanyak 396 guru besar dari sejumlah perguruan tinggi se-Indonesia telah menyatakan keprihatinan atas upaya melemahkan dan gangguan eksistensi kepada KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi.

"Guru besar ini sebagai pendidik dan tentunya di dalam hal ini kita mempunyai garda moral agar pemerintah on the right track, KPK on the right track, dan DPR juga on the right track. Semuanya harus sinergi dalam membangun bangsa dan negara," kata Juru Bicara Forum Guru Besar Antikorupsi, Asep Saepuddin, ditemui di Gedung Binagraha, Jakarta, Kamis (6/7).

Para perwakilan guru besar menyampaikan hal itu kepada Kepala Staf Presiden Teten Masduki di Bina Graha.Hak angket yang dijalankan oleh DPR RI terkait evaluasi kinerja KPK dinilai oleh para guru besar tidak perlu dilakukan. Menurut Forum Guru Besar Antikorupsi, hak angket tersebut dapat melemahkan kinerja KPK.

"Kami sependapat dari seluruh 400an guru besar, (hak angket) tidak perlu dilanjutkan. Dukung saja KPK, bangun negara ini. Negara ini butuh DPR bersih dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Asep yang juga Rektor Universitas Trilogi Jakarta ini.

Asep menjelaskan keberadaan Forum Guru Besar Antikorupsi adalah karena adanya kesamaan visi dan dorongan moral untuk mendukung sikap tidak melemahkan KPK. Dia menambahkan tidak ada dukungan dari politikus kepada forum guru besar tersebut.

Forum Guru Besar Antikorupsi melakukan pertemuan selama 1,5 jam yang diterima oleh Teten Masduki pada sekitar pukul 10.15 WIB. Menurut Asep, Kepala Staf Presiden mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh para guru besar yang menyatakan keprihatinan atas upaya pelemahan bahkan mengganggu eksistensi KPK.

Forum Guru Besar Antikorupsi juga menegaskan, Pansus Hak Angket KPK DPR-RI tidak perlu meminta pendapat kepada narapidana kasus korupsi dalam menggali dan mendapatkan informasi tentang hal yang dirasakan napi korupsi.

"Menurut metodologi sampling, itu tidak perlu, itu salah banget. Secara metodologi, meminta pendapat dari orang terpidana itu bias, sebenarnya tidak perlu dilakukan," tegas Asep.

Menurut Asep, jika DPR RI ingin mendapat masukan yang bersifat umum, jangan mencarinya dari sisi narapidana kasus korupsi yang telah bertendensi memihak. Asep berpendapat, kunjungan beberapa anggota DPR RI ke Lapas Sukamiskin Bandung dikhawatirkan mencerminkan lembaga negara tidak menghormati konsep peradilan yang telah berjalan.

"Itu akan menjadi tendensi yang tidak baik bagi lembaga-lembaga lain karena kita ingin negara ini baik, dari segi substansi dan proses," tegas Asep.

Forum Guru Besar Antikorupsi mengimbau Presiden Joko Widodo, pimpinan Partai Politik dan pimpinan DPR/MPR RI untuk tetap menjadi bagian penting bagi upaya pemberantasan korupsi dan mendukung langkah KPK memerangi korupsi.

Dalam pernyataannya, para guru besar juga meminta pimpinan partai politik dan DPR/MPR RI untuk membatalkan penggunaan hak angket untuk KPK. Mereka menjelaskan bahwa penggunaan hak angket, baik prosedur, subjek dan objeknya, tidak tepat secara hukum.

Prof Asep menegaskan bahwa pernyataan yang diwakili oleh 396 guru besar itu doimaksudkan agar tidak ada pelemahan terhadap KPK. “KPK justru harus diperkuat,” kata Prof Asep kepada Bernas melalui sambungan telepon di Yogyakarta.

Menurut Prof Asep, ada metoda yang lebih tepat untuk mengawasi KPK yakni melalui forum dengar pendapat, bukan membentuk Pansus Angket KPK. “Dengan Pansus Angket, itu berarti ada kerja tambahan bagi KPK. Pansus Angket KPK hanya pengalihan isu,” katanya.

Langkah sejumlah anggota DPR menemui napi kasus korupsi di Sukamiskin, Bandung ini bukablah yang pertama. Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang didampingi politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, diketahui menemui Rochmadi Saptogiri, salah satu pejabat eselon I BPK yang diduga terlibat kasus suap di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, akhir Mei lalu. Kunjungan Fahri dan Masinton menemui tahahan KPK dalam kasus suap ini kemudian memunculkan kecaman.

Sejumlah langkah yang diambil Pansus Angket KPK yang kontroversial itu diibaratkan sebagai langkah orang kalap karena tak lagi mengindahkan etika. Maka, sosiolog UI Imam Prasojo berpendapat sekaranglah saatnya rakyat mengambil alih suaranya yang selama ini dititipkan kepada para wakil rakyat yang ternyata telah digunakan tidak pada tempatnya.

“Caranya, suarakan langsung ketidaksetujuan kita tentang wakil rakyat yang tidak mewakili hati nurani rakyat. Mereka (wakil rakyat, red) bahkan mewawancarai orang yang sudah diputus bersalah untuk membangun opini. Orang yang bersalah kok malah dimintai pandangan. Ini keluar dari akal sehat,” tandas Imam Prasojo melalui sambungan telepon saat dihubungi Bernas dari Yogyakarta, Kamis (6/7) petang.

 Imam menilai, sejumlah manuver yang diambil politisi DPR dan Pansus Angket KPK sebagai langkah destruktif yang mengacaukan proses hukum yang sedang berjalan. “KPK memang perlu dikritisi. Namun, yang jelas, orang tidak akan percaya bila KPK dikritisi oleh lembaga yang bermasalah,” tandas Imam Prasojo.

Kritik terhadap langkah Pansus Angket KPK juga disampaikan Suwiditono, Koordinator Alumni IPB untuk Gerakan Anti Korupsi (GAK) Lintas Perguruan Tinggi. “Kalau ingin memebenahi korupsi, tidak usah mengintervensi KPK,” kata Suwiditono saat dihubungi Bernas melalui telepon dari Yogyakarta, Kamis (6/7) petang.

Menurut Suwiditono, jika DPR RI hendak memberantas korupsi, maka yang harus dibenahi dulu adalah UU Anti Korupsinya. “Lha ini yang diobok-obok malah KPK. Ini keanehan luar biasa,” ujarnya.

Sejumlah langkah kontroversi yang dilakukan Pansus Angket KPK dan sejumlah politisi Senayan saat ini diibaratkan Suwiditono sebagai upaya menangkap tikus namun yang dibakar adalah gedungnya. “Harusnya, sebelum mengawasi orang lain, hendaknya dilihat dulu apakah dia sudah beres. Mereka (DPR RI, red) tampaknya tidak pernah bercermin bahwa mereka selama ini termasuk lembaga terburuk. Mereka harus pasang cermin dulu. Sejak tahun 1998 sampai saat ini, sudah berapa anggota DPR yang terlibat kasus korupsi?,” ujarnya.

Kecaman terhadap langkah Pansus Angket KPK juga disampaikan Rimawan Pradiptyo, Kepala Lab Ilmu Ekonomi, FEB UGM yang juga penggiat Gerakan Masyarakat Akademis untuk Transparansi Indonesia (GEMATI). Menurut Rimawan, Angket KPK adalah upaya sistematis, massif dan terstruktur untuk melemahkan KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Ironisnya, Pansus Angket KPK didanai oleh uang pajak, namun Angket KPK bukan untuk melindungi rakyat namun cenderung melindungi para koruptor. Pelemahan penegak hukum seperti KPK dan Polri dalam menanggulangi korupsi hanya punya satu dampak, yakni kemunduran bagi rakyat Indonesia,” tandasnya kepada Bernas.

Sementara Dekan Fakultas Hukum UGM, Prof Dr Sigit Riyanto, SH, LLM, menyebutkan ada tiga  pertimbangan dalam melihat kasus Hak Angket KPK. Pertama, secara normaltif legalitas, berdasarkan Undang-undang, kerangka hukum pelaksanaan Hak Angket, tidak ada data yang valid untuk menjalankan Hak Angket tersebut

Kedua, kerangka politik representative. “Mereka dipilih mewakili rakyat. Jadi apa yang dilakukan harus merupakan aspirasi dari rakyat. Sebaliknya akan mendeligitimasi aspirasi rakyat tersebut.  Sementara dengan kejadian Hak Anket ini, posisi DPR dengan rakyat yang diwakilinya dalam posisi diametral, berlawanan,” katanya kepada Bernas.

Ketiga, dalam konteks yang lebih luas, berkaitan dengan peradaban bangsa.  Menurut Prof Sigit, negara-negara yang sekarang sangat maju dan mampu bersaing secara global dan mencapai kemakmuran bagi rakyatnya adalah negara yang melakukan reformasi birokrasi pemberantasan korupsi, sehingga mampu bertransformasi  menjadi negara maju seperi Singapura, Korea, Jepang, dan Tiongkok.

“Sebenarnya ketiga hal diatas dimiliki oleh DPR, baik secara politik maupun secara kekuasaan dalam melaksanakan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi sesuai dengan kewenangannya. Jika DPR tidak melakukan seperti yang dilaksanakan oleh negara-negara di atas, malahan menimbulkan kegaduhan sepertihalnya Hak Anget ini, maka DPR akan dicatat oleh sejarah sebagai lembaga yang tidak layak dalam melakukan perubahan terhadap bangsa ke arah yang lebih baik,” katanya kepada Bernas.

Mereka yang Terendus Kasus KTP-E

Pansus Angket KPK muncul akibat proses hokum terhadap kasus korupsi KTP Elektronik (KTP-E). Meski Pansus Angket KPK selalau menyatakan bahwa tujuan Angket KPK untuk memperkuat KPK, namun menurut Rimawan Pradiptyo, pernyataan tersebut berlawanan dengan fenomena yang ada di lapangan.

Lalu, siapa saja politisi penghuni Senayan yang disebut-sebut berada di lingkaran kasus KTP-E. Tercatat ada nama-nama seperti Husni Fahmi, Anas Urbaningrum, Melcias Marchus Mekeng, Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Mirwan Amir, Arif Wibowo, Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunandjar Sudarsa, Mustokoweni, Ignatius Mulyono, Taufiq Effendi, Teguh Juwarno, dan Miryam S Haryani.

Memang, hingga saat ini sebagian besar diantara mereka belum berstatus sebagai tersangka. Artinya, belum ada keputusan hokum yang menyatakan mereka benar-benar terlibat dalam korupsi KTP-E ini. Nama mereka disebut-sebut dalam proses hukum yang sedang dijalani oleh tersangka kasus korupsi KTP-E yakni mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman, dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri, Sugiharto.

Pansus Angket KPK ini dipicu oleh pemeriksaan terhadap Miryam S Haryani. Dalam sebuah persidangan, Miryam mengaku mendapat tekanan dari penyidik KPK. Namun, dalam persidangan lanjutan yang menampilkan sejumlah penyidik KPK, terungkap bahwa Miryam mengaku kepada penyidik bahwa dirinya ditekan oleh sejumlah politisi Senayan untuk tidak mengakui adanya aliran uang korupsi KPT-E. Belakangan, Miryam S Haryani bahkan mencabut BAP di KPK.

Diungkapkannya sejumlah politisi yang menekan Miryam S Haryani inilah yang kemudian memancing “kemarahan” para wakil rakyat di Senayan. Mereka kemudian menggagas Pansus Angket KPK. Dalam perkembangannya, kiprah Pansus Angket KPK memunculkan kontroversi. Salah satunya adalah kunjungan Pansus Angket KPK menemui sejumlah narapidana kasus korupsi di LP Sukamiskin, Bandung.(*)



Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Internasional 8 Menit lalu

Presiden Filipina Bersumpah Tidak Akan Pernah Berkunjung ke AS

HarianBernas.com – Rodrigo Duterte masih enggan menghentikan perang mulutnya dengan pemerintah AS. Kali ini presiden Filipina tersebut bersumpah kalau dirinya tidak akan berkunjung ke AS. Ia juga menyebut AS sebagai negara yang buruk ...

Internasional 23 Menit lalu

Pemerintah India Larang Perusahaan Rokok Beriklan di Ibukota

HarianBernas.com – Rokok merupakan produk yang senantiasa menuai polemik di negara manapun. Dampak negatif yang ditimbulkan rokok dalam jangka panjang menyebabkan puntung hisap ini dianggap sebagai ancaman bagi kesehatan rakyat banyak ...

Internasional 38 Menit lalu

Polandia Sahkan RUU Kontroversial Mengenai Hakim Mahkamah Agung

HarianBernas.com – Polandia tengah diliputi kegaduhan. Sejak tengah pekan ini, belasan ribu orang di kota-kota besar Polandia turun ke jalan untuk mengikuti aksi demonstrasi. Tujuan mereka menggelar aksi ini adalah untuk menentang per ...

Internasional 53 Menit lalu

Media Sosial Jadi “Medan Perang” Baru Pemerintah Banyak Negara

HarianBernas.com – Perang di masa kini bukan hanya terjadi di dunia nyata. Situs-situs media sosial seperti Facebook dan Twitter sekarang juga sudah berubah layaknya medan perang. Menurut hasil penelitian terbaru yang dirilis oleh Uni ...

Gadget 2 Jam lalu

Tepat di Hari Kemerdekaan Indonesia, Asus Rilis 6 Varian ZenFone 4

HarianBernas.com – Asus merupakan vendor smartphone asal Taiwan yang mempunyai pangsa pasar yang besar di dunia. Kehadiran produknya selalu ditunggu-tunggu oleh pecinta gadget, salah satunya adalah peluncuran keluarga ZenFone 4 series ...

Internasional 3 Jam lalu

Smart ID Card, Proyek Sukses E-KTP di Hongkong

HarianBernas.com – Di Indonesia, proyek E-KTP memang menjadi salah satu hal yang cukup menggiurkan. Mengingat anggaran yang diperlukan tidaklah sedikit. Hampir semua masyarakat harus mengantri selama berjam-jam untuk difoto dan dicata ...

Bisnis 4 Jam lalu

Tak Dapat Dibendung, Jumlah Perusahaan Transportasi Online Terus Bertambah

HarianBernas.com – Sekarang ini, ternyata bisnis transportasi online menjadi salah satu jenis bisnis yang cukup menjanjikan. Ada berbagai macam perusahaan transportasi online yang bersaing satu sama lain. Kali ini, PT Angelita Tran ...

Nasional 4 Jam lalu

Indonesia Menduduki Peringkat Paling Atas dalam Survei Internasional Ini

HarianBernas.com – Negara Indonesia berhasil menduduki peringkat paling atas dalam hal tingkat kepercayaan rakyat kepada pemerintahnya. Bersamaan dengan Indonesia, Negara Swiss juga ikut menduduki peringkat paling atas. Hal ini dinila ...

Kesehatan 4 Jam lalu

Anak yang Gemuk, Belum Tentu Anak yang Sehat

HarianBernas.com – Banyak orang tua yang senang jika anaknya memiliki tubuh yang gemuk. Mereka menganggap bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Padahal, tidak selalu anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Ada kemungkinan a ...

Otomotif 5 Jam lalu

Wajib Dicoba, Tips Ini Bikin Bodi Motor Tetap Bening dengan Modal 10 Ribu

HarianBernas.com - Bagi kamu yang sering berkendara menggunakan sepeda motor apalagi sering jarak jauh, pasti membuat kondisi sepeda motormu terlihat kusam, terutama pada bagian cover bodi. Seringkali juga terdapat lecet-lecet halus ya ...

Umum 9 Jam lalu

Hai Para Pendaki, Ini Aturan Dilarang Petik Edelweis di Gunung

HarianBernas.com – Lagi-lagi ulah pendaki gunung membuat gemas para netizen utamanya di media sosial Instagram. Ada pendaki begitu bangga memamerkan foto selfie sembari memegang bunga edelweis di puncak gunung. Tanaman edelweiss (Anap ...

Internasional 11 Jam lalu

Presiden Turki Bakal Kunjungi Tiga Negara Arab untuk Akhiri Krisis Qatar

HarianBernas.com – Krisis diplomatik yang menimpa kawasan Teluk turut menyita perhatian Recep Tayyip Erdogan. Al Jazeera memberitakan kalau presiden Turki tersebut bakal melakukan kunjungan selama dua hari ke Arab Saudi, Kuwait, dan Q ...

Gadget 12 Jam lalu

Daripada Bingung, Ini Nih Cara Membedakan Xiaomi Mi dan Redmi

HarianBernas.com – Bisa jadi kamu pernah dengar tentang adanya kabar peluncuran smartphone dengan layar besar dari Xiaomi dengan nama Mi Note Pro. Nah, ternyata hal ini membuat banyak penggemar Xiaomi di Indonesia bingung. Mereka tern ...

Nasional 12 Jam lalu

Jokowi: Semangat Kebangsaan Indonesia Diyakini Jadi Rujukan Negara Lain

SEMARANG, HarianBernas.com – Presiden Joko Widodo meyakini semangat kebangsaan Indonesia terus terpelihara di masa mendatang. Hal ini terlihat dari acara halalbihalal kebangsaan yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU ...

Nasional 13 Jam lalu

Rini dan Menteri dari PAN Masuk Radar Perombakan Kabinet

JAKARTA, HarianBernas.com - Pemerintahan Jokowi-JK, 2 tahun lagi akan memasuki masa pertama periodenya. Dengan sisa 2 tahun sisa pemerintahannya, Presiden Jokowi harus memastikan semua agenda dan program yang sudah terdistribusi ke anak bua ...

Nasional 13 Jam lalu

Senangnya Jokowi Lihat Anak Bersemangat dan Berani

PEKANBARU, HarianBernas.com – Presiden Joko Widodo menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 di Pekanbaru, Riau, Minggu (23/7/17). Kehadiran Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut langsung oleh anak-anak yang me ...

Nasional 15 Jam lalu

Jokowi Tinjau Proyek Tol Pekanbaru-Dumai, Begini Perkembangannya

RIAU, HarianBernas.com – Presiden Joko Widodo meninjau proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai, Minggu (23/7/17). Ia pun menjajal sendiri jalan tol yang belum diaspal tersebut. Tiba dilokasi, Presiden langsung mengecek kondisi proyek yang ...

Nasional 15 Jam lalu

Jokowi: Bukan Bully, Anak Seharusnya Lalukan Ini di Sekolah

RIAU, HarianBernas.com – Aksi bully di sekolah belakangan ramai diperbincangkan dan kembali terjadi di sekolah maupun universitas. Presiden Joko Widodo menyebutkan aksi “bully” di kalangan anak di bawah umur marak terjadi ...

Nasional 15 Jam lalu

Kemenag: Makanan Haji Berselera Nusantara, Fasilitas Aman di Arab Saudi

JAKARTA, HarianBernas.com – Kementerian Agama mengklaim persiapan Haji 2017 di Arab Saudi sudah 100 persen. Transportasi, pemondokan, maupun katering untuk jamaah haji Indonesia di Tanah Suci sudah siap. Pihak Kemenag pun menjamin fas ...

Otomotif 16 Jam lalu

Berniat Ganti Lampu Kendaraan, Jangan Sembarang Menggantinya. Perhatikan Faktor Ini

HarianBernas.com - Peredaran lampu aftermarket model High Intensity Discharge (HID) atau Light Emitting Diode (LED) ternyata selama ini kurang pengawasan. Ternyata masih ada saja toko-toko yang mendagangkan lampu tersebut dalam intensitas c ...

Properti 16 Jam lalu

11 Desain Interior dari Berbagai Karakter ini Bakal Bikin Suasana Rumahmu seperti Surga

HarianBernas.com - Bosan dengan ruangan yang bergaya itu-itu saja, kini saatnya mendekorasi ulang ruanganmu. Cobalah untuk mendekorasi ruanganmu sesuai dengan kepribadianmu karena dekorasi ruangan begitu individual dan unik. Namun, sebel ...

Lifestyle 17 Jam lalu

Sering Begadang, 7 Tips Ini Bikin Kulit Wajahmu Tetap Terlihat Segar dan Cerah!

HarianBernas.com - Wajar bukan kalau kita sebagai pelajar, mahasiswa atau pekerja, harus begadang demi menyelesaikan tugas yang menumpuk? Mengejar deadline sampai larut malam. Kemudian, bangun pagi untuk memulai aktivitas kembali. Mele ...

Wisata 17 Jam lalu

Luar Biasa! Indahnya Panorama Restoran Bawah Laut Ini Akan Bikin Anda Kagum

Harianbernas.com - Buat para traveler dan pecinta kuliner, rasanya tentu sudah biasa kalau hanya merasakan makanan khas di suatu daerah atau hanya sekedar mampir di restoran unik di pusat perkotaan. Bahkan, saat ini menikmati makan malam ro ...

Kesehatan 19 Jam lalu

Faktanya, Timun Suri Mengandung Kolagen Alami!

HarianBernas.com - Buah Timun Suri, sebaiknya dikonsumsi setiap hari ini. Selain dikenal sebagai pelepas dahaga, timun suri juga dikenal sebagai pemulih energi setelah melakukan kegiatan yang berat. Padahal kenyataannya, timun suri mempunya ...

Gadget 19 Jam lalu

Kalah Saing di Pasaran, Merek Smartphone Ini Banting Harga, Tertarik?

HarianBernas.com - Perkembangan teknologi yang begitu cepat, tentu ingin diikuti oleh semua orang. Salah satu aplikasi teknologi canggih dalam kehidupan sehari-hari kita adalah pemanfaatan smartphone. Ada berbagai macam merek smartphon ...

Kesehatan 19 Jam lalu

Sari Tebu, Minuman Manis Menyegarkan yang Bermanfaat untuk Tubuh

HarianBernas.com - Minuman sari tebu rasanya memang begitu manis saat dicecap lidah apalagi disajikan dalam keadaan dingin. Tak hanya dapat menyegarkan tubuh, tetapi juga sebagai pelepas dahaga saat berbuka. Lalu apa saja keistimewaan dari ...

Otomotif 21 Jam lalu

Perihal Ini Penting Bagi Pemilik Mobil dengan Mesin Diesel

HarianBernas.com - Dukungan Pertamina, soal penyediaan bahan bakar solar yang diupayakan terus membaik. Hal ini berdampak pada pabrikan otomotif untuk mulai memproduksi beberapa model mobil bermesin diesel. Meskipun demikian, variannya teta ...

Kesehatan 21 Jam lalu

Walaupun Diet Ketat, Jangan Hindari Karbohidrat! Ini Alasannya

HarianBernas.com – Diet menjadi salah satu cara yang sering dilakukan untuk menurunkan berat badan. Banyak orang yang berpikir bahwa karbohidrat menjadi salah satu asupan yang harus dikurangi bahkan dihindari. Anggapan mengonsumsi kar ...

Otomotif 21 Jam lalu

Skuter Pintar Ini Bisa Terhubung Smartphone, Namanya Terdengar Unik

HarianBernas.com - Pasti tak terbayang jika di masa depan, kamu dapat mengemudikan skuter tanpa bahan bakar mesin seperti pertamax atau pertalite. Impian itu kini bukan isapan jempol. Kabar terbarunya, kamu akan bisa berkeliling kota dengan ...

Kesehatan 22 Jam lalu

Mengisi Teka-teki Silang Ternyata Berdampak Positif Bagi Otak

HarianBernas.com – Apakah Anda gemar mengisi Teka-teki Silang (TTS) di kala senggang? Jika ya, hobi tersebut sebaiknya Anda lanjutkan. Pasalnya, menurut hasil penelitian terbaru ternyata mengisi TTS membantu menjaga agar otak 10 tahun ...

Umum 22 Jam lalu

Bisakah Kamu Memecahkan Teka-teki Matematika Menghebohkan Ini?

HarianBernas.com – Soal uji kecerdasan saat ini banyak ditemukan di medial sosial, termasuk Facebook. Salah satu teka-teki yang dimaksud mengajak para pengguna agar melengkapi beberapa urutan angka dengan pola tertentu, seperti pada g ...

Internasional 23 Jam lalu

Mau Kiamat! Wanita Asal Amerika Serikat Ini Dituduh Memperkosa Anak Tirinya 500 Kali

HarianBernas.com – Seorang wanita bernama Joelle Barozzini di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) diadili atas adanya tuduhan memperkosa anak tirinya yang merupakan seorang remaja laki-laki. Lebih gilanya lagi, ia memperkosa sang anak ...

Internasional 23 Jam lalu

Mundur Jadi Tuan Rumah Sea Games 2019, Filipina Kemungkinan Diganti Thailand

HarianBernas.com – Thailand berpeluang besar menjadi tuan rumah Sea Games 2019. Beberapa waktu yang lalu Filipina mundur sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut karena alasan keamanan serta niatnya untuk d ...

Internasional 23 Jam lalu

Parlemen Rusia Larang Penggunaan VPN untuk Akses Internet

HarianBernas.com – Rusia memperketat kebijakan sensornya di dunia maya. ABC News mengabarkan kalau Duma atau parlemen rendah Rusia mengesahkan rancangan undang-undang melarang penggunaan VPN untuk mengakses internet. VPN atau lengk ...

Internasional 24 Jam lalu

Mengutuk Aksi Israel, Sekjen PBB Minta Adakan Penyelidikan Secepatnya

HarianBernas.com – Antonio Gutteres, Sekretaris Jenderal PBB mengatakan sangat menyesalkan pembunuhan tiga orang Palestina karena tidak terima adanya pembatasan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem. Lebih parahnya lagi, sala ...

Internasional 24 Jam lalu

Hiii, Bayi Kambing Ini Wajahnya Menyerupai Manusia

HarianBernas.com – Warga Provinsi San Luis tengah geger. Pasalnya bayi kambing yang baru lahir di Argentina tengah tersebut memiliki penampilan yang sungguh tidak biasa. Wajahnya berbentuk rata dan terlihat menyerupai wajah manusia. ...

Internasional 1 Hari lalu

Bandara Ini Punya Tempat Parkir Mobil Khusus Wanita

HarianBernas.com – Toilet khusus wanita sudah menjadi pemandangan yang sangat mudah ditemui di tempat-tempat umum. Gerbong kereta dan bus khusus wanita pun sekarang juga sudah tersedia. Namun pernahkah anda melihat tempat parkir yang ...

Nasional 1 Hari lalu

9 Kali Digelar, Jokowi Jadi Presiden Pertama yang Hadiri Kongres Pancasila di UGM

YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Presiden Joko Widodo berkesempatan membuka Kongres Pancasila ke IX di Balairung, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (22/7/17). Kongres Pancasila ini diselenggarakan oleh UGM. Presiden Jok ...

Nasional 1 Hari lalu

Ini Prediksi Jokowi Terhadap Generasi Z yang Andalkan Smartphone

BANTUL, HarianBernas.com – Presiden Joko Widodo mengungkapkan generasi Z akan mengubah peta politik dan ekonomi secara nasional dalam waktu 5 hingga 10 tahun ke depan. "Mereka (mahasiswa) inilah yang masuk generasi Z, yang aka ...

Umum 1 Hari lalu

Mau Bertunangan? Perhatikan 4 Hal ini Sebelum Terlambat

HarianBernas.com – Bertunangan bukan perkara mudah. Jika pasangan kekasih ingin bertunangan artinya sudah siap memasuki hubungan yang makin serius. Namun, ada pula pasangan kekasih yang sudah bertunangan tapi kandas di tengah jalan. ...

Highlight 1 Hari lalu

Nggak Usah Bingung, Belajar Hacking Cukup di 5 Channel YouTube Ini

HarianBernas.com - Siapa bilang belajar hacking itu gampang dipelajari? Walaupun begitu, jangan bingung lagi karena kali ini telah hadir berbagai situs belajar hacking sampai channel YouTube yang dapat mempermudah Anda belajar. Bahkan, bebe ...

Games 1 Hari lalu

Busyet, 4 Game ini Ternyata Biaya Pembuatannya Mahal Banget!

HarianBernas.com - Untuk kamu yang termasuk sebagai pecinta game lawas, pasti mengenal berbagai game yang menjadi ikon di komputer dan juga konsol seperti halnya Play Station yang merupakan buatan dari Sony, Nintendo, serta Xbox yang dimili ...

Internasional 1 Hari lalu

Hawaii Bersiap Hadapi Ancaman Serangan Misil Korea Utara

HarianBernas.com – Awal bulan Juli lalu, Korut kembali melakukan uji coba peluncuran misil. Misil yang diluncurkan tersebut diketahui merupakan misil tipe ICBM yang memiliki jarak tempuh amat jauh. Langkah antisipasi pun diambil oleh ...

Olahraga 1 Hari lalu

Dampak Konflik Marawi, Filipina Batal Jadi Tuan Rumah SEA Games

HarianBernas.com – Konflik yang tengah membelit Marawi membawa dampak yang melebar ke mana-mana. Pemerintah Filipina seperti yang dikutip oleh Channel News Asia mengumumkan kalau negaranya batal menjadi tuan rumah SEA Games 2019. W ...

Inspirasi 1 Hari lalu

Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Mulai Gemar Membaca Buku

HarianBernas.com - Buku merupakan sumber berbagai informasi yang dapat menambah wawasan kita tentang berbagai hal, mulai dari ilmu pengetahuan, sosial, budaya, Agama, politik, ekonomi, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Kegiatan mem ...

Selebritas 2 Hari lalu

Jangan Lupa! Persiapkan 4 Hal Ini Sebelum Nonton Konser K-Pop

Harianbernas.com - Wabah 'Korean Wave' sepertinya terus menyebar di seluruh dunia. Tidak ketinggalan juga Indonesia. Di Indonesia banyak sekali fans fanatik K-Pop, bahkan mereka rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk non ...

Internasional 2 Hari lalu

Gara-Gara “Sihir”, Komisi Pemilu Papua Nugini Hitung Ulang Surat Suara

HarianBernas.com – Klenik bukan hanya dikenal di Indonesia. Negara tetangga Papua Nugini juga masih mengenal praktik serupa. Bahkan gara-gara masih kentalnya kepercayaan mengenai hal-hal gaib di negara tersebut, proses perhitungan sua ...

Bola 2 Hari lalu

Mulai Tahun 2019, Piala Afrika Bakal Mengalami Perubahan Jadwal dan Peserta

HarianBernas.com – Piala Afrika kerap dianggap sebagai turnamen yang memusingkan bagi klub-klub top Eropa. Pasalnya turnamen dua tahunan ini dilangsungkan pada awal tahun. Padahal liga-liga Eropa dalam periode yang sama sudah memasuki ...

Internasional 2 Hari lalu

Terungkap, Alasan Sapi Tahan Terhadap Serangan AIDS

HarianBernas.com – Sapi adalah hewan ternak yang memiliki begitu banyak manfaat bagi manusia. Hampir seluruh bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi manusia. Sapi yang masih berada dalam kondisi hidup juga bisa digunakan untu ...

Internasional 2 Hari lalu

Cegah Pelecehan Seksual, Penyembur Api Mini Dijual di Tiongkok

HarianBernas.com – Pelecehan di tempat umum merupakan masalah yang lazim menimpa kaum hawa. Beragam peralatan semisal semprotan merica pun lantas dijual ke publik supaya wanita bisa membela diri dari pemerkosa dan pelaku pelecehan sek ...