Harian Bernas

Kematian Bayi Mendadak atau SIDS, Ketahui Sebab dan Cara Mencegahnya

05 November 2016

Kesehatan

Kematian Bayi Mendadak atau SIDS, Ketahui Sebab dan Cara Mencegahnya

ilustrasi. Foto: dailyparent[dot]com

HarianBernas.com – Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau Sindroma Kematian Bayi Mendadak merupakan suatu kematian yang sangat mendadak dan tak terduga terjadi pada bayi yang kelihatannya sehat.

Apakah Anda tahu jika SIDS adalah penyebab kematian yang sering ditemukan oleh bayi dengan rentang usia 2 pekan sampai 1 tahun. 3 dari 2.000 bayi mengalami SIDS dan mayoritas terjadi pada saat bayi tertidur.

Untuk seluruh dunia SIDS biasanya titemukan oleh bayi di usia 2 sampai 4 bulan.

Sampai sekarang, kematian bayi mendadak masih tak terduga serta dengan alasan yang tak jelas bahkan ketika dilakukan otopsi pun tak nampak penjelasan pastinya. Bisa dibilang SIDS adalah cara kematian yang paling utama dalam tahun pertama usia sang anak setelah waktu neonates.

Untuk menggambarkan betapa tak ditebaknya SIDS ini perhatikan contoh berikut. Di dalam kasus yang sering terjadi pada seorang bayi dengan usia 2 sampai 3 bulan yang terlihat sehat, kemudian ia ditidurkan dengan tidak ada keanehan atau kecurigaan jika segala sesuatunya ada di luar keadaan yang tidak biasa.

Lantas beberapa waktu kemudian sang bayi malah ditemukan dalam keadaan meninggal serta otopsi yang konvensional tak berhasil untuk mendapatkan penyebab dari kematiannya.  

Sudah diungkap jika bayi yang kelihatannya sehat sebelum meninggal namun mempunyai riwayat pra-natal yang jauh lebih rinci dan juga pemeriksaan intensif fungsi kardiorespiratorik serta neurologic dan menghasilkan berbagai bukti bahwa anak memang sebelumnya sedang dalam keadaan yang tak normal.

Bisa jadi seorang ibu yang mempunyai kebiasaan merokok pada saat masa kehamilannya dapat meningkatkan risiko SIDS. Bisa jadi, kematian mendadak yang dialami bayi terjadi di saat bayi mengalami kekurangan nafas pada saat terlelap setelah posisi di tempat tidur justru menghalangi pernafasannya.

Dilansir dari AFP, SIDS ini banyak dihubungkan dengan sedikitnya respons yang mengejutkan di dalam otaknya yang justru menyebabkan sang bayi bernafas secara tersengal-sengal. Di dalam kondisi seperti ini, bayi dapat menangis supaya bisa merangsang nafas kembali normal.              

Penyebab dari Sindroma Kematian Bayi Secara Mendadak

Sumber pasti dari kematian bayi yang terkena SIDS masih belum diketahui secara pasti. Tetapi dari bukti statistik jelas menampakkan jika terdapat hubungan bayi paparan tembakau pada saat kehamilan dengan SIDS pada bayi.

Menurut tim dokter yang dikepalai oleh Dr Anne Chang, seorang profesor dalam bidang pernapasan di Royal Childrens’s Hospital Foundation di Brisbane, Australia dalam upaya memastikan kaitan antara bayi dan paparan tembakau dengan cara mengamati 20 bayi sehat dengan usia sekitar 3 sampai 5 bulan. Bisa dibilang usia ini sangat berisiko terkena mati mendadak.

Para ahli pun mengamati 10 ibu bayi yang tak merokok di saat kehamilan dan 10 lainnya merokok di saat kehamilan sebagai respondennya. Dalam melakukan penelitian tersebut, sang bayi ditaruh di punggung dengan posisi yang disarankan untuk bisa mencegah kematian yang mendadak. Lantas, para bayi itu pun diganggu dengan adanya suara nyanyian dengan memakai kekuatan hingga 80 desibel dari pengeras suara yang ada di dekat mereka sewaktu tidur.

Tes dikerjakan selama lebih kurang di saat bayi sedang tidur dengan sangat nyenyak serta di dalam keadaan terang di sepangjang waktu tidur di antara jam 10 sampai 12. Lantas irama jantung serta penapasan dan respons berbagai tingkah laku sang bayi seperti gerakan badan serta membuka mata pun diamati.

Para peneliti pun menemukan jika tak adanya perbedaan bagaimana cara tidur bayi atau bangun pada saat suara terdengar pada saat sedang tidur nyenyak. Kemudian dipastikan oleh adanya kecepatan gerakan mata yang ada di samping pupil. Namun perbedaan besar pun meningkat pada saat membuka mata ataupun bergerak pada periode tersebut, bahkan pada saat rangsangan terhadap telinga pun diperbesar.

Para peneliti pun sangat percaya jika hasil penelitian ini pun memperkuat pernyataan jika nikotin bisa berakibat pada perkembangan kunci fungsi motoris pada bayi yaitu memerintahkan otak supaya tidur serta fungsi jantung dan paru-paru. 

Selain itu, di dalam penelitian terbaru juga menampilkan jika sindroma kematian bayi mendadak pun lebih sering terjadi pada bayi yang tidur dengan posisi tengkurap jika dibandingkan pada bayi dengan posisi tidur telentang dan miring. Ada juga posisi bayi dimana tidur dengan wajah menghadap ke kasur ataupun selimut yang lembut atau empuk. Sehingga lebih aman untuk menidurkan bayi dengan kasus yang keras.

Beberapa faktor risiko terjadi Sindroma Kematian Bayi Mendadak

• Bayi yang tidur tengkurap (terjadi pada bayi yang kurang dari 4 bulan)

• Kasur yang terasa sangat lembut (pada bayi yang kurang dari 1 tahun)

• Bayi dalam keadaan prematur

• Riwayat sindroma kematian bayi mendadak pada saudara kandung

• Memiliki banyak anak

• Musim dingin

• Ibunya yang seorang perokok

• Ibunya yang merupakan pecandu obat terlarang

• Ibunya yang masih berusia sangat muda

• Jarak yang terlalu singkat diantara 2 kehamilan

• Perawatan di masa kehamilan yang kurang baik

• Orang tua berasal dari golongan sosial-ekonomi rendah.

Selain itu, Sindroma Kematian Bayi Mendadak lebih banyak ditemukan pada bayi laki-laki.

Pencegahan supaya bayi tak mengalami sindroma kematian bayi mendadak

Menurut bukti selama beberapa tahun belakangan ini, SIDS telah menurun secara signifikan yakni hampir lebih dari 50% ketika para orang tua disarankan untuk menidurkan sang bayi dengan posisi miring (posisi terbaik di posisi kanan) atau terlentang. 

Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan ialah

1. Ingatlah untuk selalu menaruh sang bayi dalam posisi terlentang pada saat ia tidur,  meskipun saat tidur siang. Hal ini dianggap posisi yang paling aman bagi bayi yang sehat supaya dapat mengurangi risiko sindroma kematian bayi mendadak.

2. Ingatlah untuk tidak pernah menidurkan dalam keadaan tengkurap baik sengaja maupun tak sengaja pada saat bayi masih belum dapat melakukan gerakan tengkurap sendiri dengan alami.

3. Pakailah matras atau kasur yang rata serta tak terlalu empuk. Kemudian penelitian pun mengatakan jika risiko Sindroma Kematian Bayi Mendadak dapat meningkat secara drastis jika pada saat tidur bayi diletakkan di atas kasur yang sangat empuk, bantalan sofa, sofa, kasus air, bulu domba ataupun permukaan lembut lainnya. 

4. Jangan memakai selimut atau kain yang lemas, bulu lembut, dan juga berbagai mainan yang diisi dengan kapuk atau kain yang ada di sekitar tempat tidur di bayi Anda. Tentu saja ini untuk menanggulangi bayi Anda tertindih oleh berbagai benda ini.

5. Memastikan jika setiap orang yang akan membantu untuk mengurus bayi Anda telah mengetahui beberapa hal di atas. Hal ini memang  pantas untuk ditanyakan mengingat setiap waktu tidur akan mempunyai risiko SIDS. 

6. Memastikan wajah serta kepala bayi Anda tak tertutup dengan apapun pada saat ia tidur. Oleh karena itu, jauhkanlah selimut serta kain penutup dari hidung serta mulut sang bayi. 

7. Pakaikanlah pakaian tidur yang lengkap pada bayi Anda sehingga tak perlu lagi memakai selimut. Namun jika memang mengharuskan untuk memakai selimut maka sebaiknya memperhatikan beberapa hal ini seperti,

  • Memastikan jika kaki bayi ada di ujung ranjang,
  • Selimut tak terlalu tinggi dari dada sang bayi,
  • Ujung bawah selimut mengarah ke kaki bayi,
  • Selimut di selipkan di bawah kasur sampai terhimpit.

8. Stop merokok, jangan pernah membiarkan siapapun untuk merokok di sekitar bayi terlebih sang ibu. Berhenti melakukan kebiasaan merokok di saat kehamilan ataupun setelah melahirkan sang bayi. Selain itu, harus pastikan jika di sekitar bayi tak ada yang menghisap rokok sehingga asapnya tak akan dihirup olehnya.

9. Pastikanlah bayi dalam keadaan nyaman, jangan biarkan sang bayi merasa kepanasan sewaktu tidur. Selalu pastikan ia dalam keadaan nyaman atau hangat namun juga jangan sampai terlalu panas atau gerah. Maka kamar bayi akan pas jika ada dalam suhu yang nyaman untuk orang yang dewasa. Jika menyelimuti sang bayi dengan selimut yang tebal serta berlapis maka kemungkinan bayi merasa kepanasan akan semakin besar.

10. Menemani sang bayi pada saat ia tidur. Ingatlah jangan pernah meninggalkan sang bayi di dalam waktu yang lama. Menurut peneliti yang menghasilkan rekomendasi yang terbaru jika tidur satu ruangan dengan sang bayi sewaktu tahun pertama ia lahir dapat mencegah SIDS.

Memang benar membiasakan sang bayi yang tidur di kamarnya sendiri jelas bisa memberikan bentuk pengajaran adanya kemandirian sejak dini. Tetapi ada baiknya jika dilakukan sewaktu sang bayi berusia satu tahun lebih.

Terlebih menurut penelitian yang dilakukan oleh The American Academy of Pediatrics sudah memberikan rekomendasi terbaru untuk mencegah sindrom kematian bayi mendadak, yakni dengan melakukan rekomendasi agar orangtua dapat tidur di dalam satu ruangan dengan bayi paling sedikit satu tahun usia kehidupan sang bayi.

Tentu saja kebijakan ini baru saja dipublikasikan di dalam jurnal Pediatrics yang dilakukan pada bulan November dan kemudian meminta para orang tua untuk satu kamar dengan bayi mereka, hingga usia sang bayi melebihi satu tahun atau lebih.

Namun bayi pun sebaiknya dipisahkan dari tempat tidur para orang tua, contohnya adalah dengan memakai boks bayi.

Saat ini Dokter anak pun merekomendasikan orangtua untuk mau membagi ruangan yang sama dengan sang bayi sebaiknya paling sedikit enam bulan atau paling tepat selama satu tahun penuh. Dengan melakukan hal ini maka bisa menurunkan risiko SIDS hingga 50% atau sekitar 3,5 ribu kematian yang terjadi pada bayi dan berhubungan dengan tidur dimana di dalamnya terdapat kecelakaan sesak nafas, tercekik ketika di tempat tidur dan SIDS.

Menurut Dr Rachel Moon menyebutkan jika para orangtua pun diminta supaya tak menidurkan sang bayi di sofa maupun kursi yang empuk terlebih ketia ia sedang tidur sendirian. Hal ini dikarenakan permukaan dari sofa tersebut sangat berbahaya untuk keselamatan sang bayi.

Oleh karena itu, untuk menata boks sang bayi, peneliti selalu merekomendasikan para orangtua supaya memakai seprei yang pas dengan matras serta hindarilah pemakaian selimut sehingga sang bayi tak tertutupi.

Itulah beberapa penjelasan, sebab dan juga cara pencegahan dari Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS). Semoga informasi ini dapat membantu Anda. 

Penulis : Lathiva

Editor : Sunti Melati

Sudah baca berita ini ?

Berita Terkini

Prof Nasarudin: Semakin Paham Agama, Bangsa Indonesia Makin Toleran

24 Menit lalu

JAKARTA, HarianBernas.com - Terusiknya kehidupan kebangsaan yang dipicu kasus penistaan agama dalam Pilkada DKI Jakarta membuat se... Selengkapnya

Inilah 4 Hal yang Menandakan Anda Jatuh Cinta Padanya

39 Menit lalu

HarianBernas.com - Setiap orang pasti ingin merasakan indahnya jatuh cinta. Rasanya, hidup Anda tidaklah lengkap apabila belum per... Selengkapnya

Jantung Pisang dengan Sejuta Manfaat

54 Menit lalu

HarianBernas.com – Jika dilihat sepintas, memang jantung pisang tidak terlihat istimewa. Bahkan sering dianggap sebagai bagi... Selengkapnya

Manfaat Kulit Tomat yang Harus Anda Tahu

1 Jam lalu

HarianBernas.com – Setelah mengupas tomat, jangan langsung membuang kulit tomat ke tempat sampah. Karena dibalik kulit tomat... Selengkapnya

Cara Pembuatan dan Pengolahan Kolang Kaling

1 Jam lalu

HarianBernas.com – Kolang-kaling tidak mengenal musim dan mudah ditemukan di pasaran sehingga kapanpun Anda ingin mengolahny... Selengkapnya

Bagi Pengantin Baru, 4 Tip Ini Akan Membuat Keuangan Rumah Tangga Menjadi Sehat

2 Jam lalu

HarianBernas.com - Apakah Anda merupakan pasangan pengantin baru? Anda pasti sudah mulai merencanakan keuangan rumah tangga Anda, ... Selengkapnya

Masih Awam, 4 Cara Ini Mampu Menjaga Keamanan Kartu Kredit saat Belanja

2 Jam lalu

HarianBernas.com - Anda pasti pernah atau sering berbelanja dengan menggunakan kartu kredit. Namun, apakah sudah menjaga keam... Selengkapnya