Harian Bernas

Apa Sih Flu Burung Itu?

17 Mei 2017

Kesehatan

Apa Sih Flu Burung Itu?

ilustrasi (Sumber Foto: ibntimes[dot]com)

HarianBernas.com – Flu burung memang sering mewabah di beberapa daerah maupun kota di dunia. Namun hingga saat ini, banyak negara yang masih sulit untuk mengantisipasi terjadinya wabah tersebut.

Penyakit yang satu ini sebenarnya disebabkan oleh virus influenza yang tergolong dengan keluarga orthomyxoviridae. Virus ini terdiri atas tiga tipe antigenik yang berbeda, yaitu A, B dan C.

Virus influenza A bisa terdapat pada unggas, babi, kuda, manusia dan kadang-kadang mamalia yang lain sebagai contohnya anjing laut dan ikan paus. Tetapi sebenarnya hewan penyebab sebenarnya adalah unggas liar. Sedangkan virus influenza B dan C hanya ditemukan pada manusia.

Penyakit flu burung yang disebut juga dengan Avian influenza disebabkan oleh virus influenza A. Penyebab flu burung pada unggas yang sangat ganas dan menular ke manusia pada wabah akhir-akhir ini dinyatakan virus influenza A subtipe H5N1. Virus ini sama dengan apa yang ditemukan pada ayam dan manusia ketika wabah flu burung di Hongkong pada tahun 1997.

Sebelum terjadinya flu burung di Hongkong, sebenarnya penyakit ini telah ditemukan di negara lain walaupun tidak diberi nama flu burung atau Avian influenza.

Makhluk hidup yang dapat menyebarkan flu burung:

  • Berbagai macam burung, termasuk berbagai jenis ayam, kalkun, burung laut, burung-burung liar seperti pelikan, merak, walet, itik dan sebangsanya. Demikian juga burung liar yang kini sudah menjadi burung peliharaan, seperti burung parkit, kakak tua, nuri dan beo.
  • Babi, kuda, macan, ikan paus dan diduga berbagai jenis mamalia yang lain

Unggas yang menderita flu burung ini bisa mengeluarkan virus di dalam jumlah yang besar dalam kotoran atau feses maupun secreta yang dikeluarkannya. Virus flu burung ini bisa bertahan hidup dalam air hingga 4 hari pada suhu 22 derajat Celcius dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat Celcius.

Di dalam tinja unggas dan di dalam tumbuh unggas yang sakit, virus ini bisa bertahan jauh lebih lama, namun akan mati pada pemanasan 60 derajat Celcius selama 30 menit atau 90 derajat Celcius selama 1 menit.

Virus ini mempunyai masa inkubasi atau jarak antara masuknya virus sampai terlihat gejala pada penderita yang cukup pendek yang di antara beberapa jam hingga 3 hari dan hal itu sangat bergantung pada jumlah virus yang masuk rute kontak dan spesies unggas yang terserang.

Tanda-tanda hewan terkena flu burung

Tingkat kesakitan atau morbiditas dan tingkat kematian atau mortalitas yang ditimbulkan oleh virus flu burung sangatlah bervariasi, tergantung dari galur virus yang menyerang, spesies unggas yang terserang, umur, lingkungan, dan adanya infeksi sekunder.

Sejumlah sub tipe virus influenza A dapat dapat menimbulkan penyakit yang parah pada spesies unggas tertentu tetapi pada spesies unggas yang lain tidak menimbulkan penyakit atau menimbulkan gejala yang sangat ringan. Virus influenza a subtype H5N1 lebih sering menyerang ayam muda dibandingkan yang lebih tua.

Pada burung-burung liar, sebagai contohnya itik, angsa dan burung camar. Demikian juga berbagai burung peliharaan seperti jalak, nuri, dan parkit yang sebenarnya dulu pun termasuk ke dalam burung liar pada umumnya tidak menyebabkan sakit jika memiliki flu burung. Tetapi hewan tersebut berfungsi sebagai pemicu yang bisa menularkannya kepada hewan lain atau manusia.

Hal inilah yang membuat pemberantasan flu burung menjadi lebih sulit karena masyarakat yang memelihara sejumlah unggas tidak menyadari jika unggas yang dimilikinya telah terserang flu burung. Sehingga ketika pemerintah melakukan program pemberantasan flu burung dengan pemusnahan, masyarakat yang mempunyai unggas dalam keadaan sehat merasa keberatan Dan tidak menyadari bahwa ada bahaya di sekitarnya jus dan justru melarang unggas yang dimilikinya untuk dimusnahkan.

Virus flu burung bisa menimbulkan gejala yang bervariasi pada unggas domestik, seperti ayam dan kalkun, mulai gangguan pernafasan ringan yang bersifat tidak patogen sampai penyakit yang bersifat fatal seperti bersifat patogen.

Virus flu burung yang ganas ditandai oleh proses penyakit yang cepat dan disertai tingkat kematian tinggi. Kejadian penyakit Ini kemungkinan berlangsung sangat cepat dan unggas mati mendadak tanpa didahului gejala tertentu. Morbiditas dan mortalitas mencapai 100%. Gejala yang bisa terjadi pada unggas yang terserah Avian Influenza jenis akut ini ialah,

  • Terjadi gangguan produksi telur, seperti terjadi penurunan produksi telur secara drastis sampai produksi telur terhenti sama sekali. Pada ayam bibit, produksi telur biasanya menurun secara drastis yang disertai dengan penurunan daya tetas telur.
  • Mengalami gangguan pernafasan, seperti batuk, bersin dan mengorok.
  • Jengger kebiruan.
  • Kaki berwarna kemerah-merahan seperti dikeroki. Jika dibuka terdapat pendarahan.
  • Lakrimasi atau mengeluarkan leleran dari mata secara berlebihan.
  • Peradangan pada sinus atau lubang hidung.
  • Pembengkakan di daerah kepala dan muka.
  • Kerontokan bulu
  • Perdarahan di bawah kulit yang diikuti kebiruan pada kulit terutama di daerah kaki dan kepala.
  • Diare
  • Gangguan saraf yang ditandai unggas terkadang membenturkan kepalanya, adanya gangguan keseimbangan, seperti berdiri dan berjalan yang sempoyongan.
  • Tingkat kematian tinggi yang sering terjadi kematian mendadak.

Flu burung yang disebabkan oleh virus flu burung yang termasuk low pathogenic avian influenza seperti H4N2 menimbulkan gejala yang lebih ringan antara lain:

  • Penurunan produksi telur sampai terhenti sama sekali
  • Gangguan pernafasan
  • Penurunan nafsu makan
  • Depresi
  • Peradangan sinus
  • Tingkat kematian rendah namun cenderung meningkat

 jika flu burung berbentuk ringan ini diikuti infeksi sekunder pada bakteri atau ayam yang berada dalam keadaan stres karena lingkungan, maka gejala klinis yang ditimbulkan dapat menjadi lebih parah.

Infeksi sekunder oleh bakteri dilaporkan mempunyai peranan yang penting pada kejadian flu burung. Hal ini karena bakteri menghasilkan enzim yang mampu untuk memotong hemaglutinin dari virus influenza sehingga virus tersebut dapat melakukan perbanyakan dan menyebar secara luas di dalam tubuh hewan atau manusia yang terserang.

Gejala penyakit flu burung pada manusia mirip dengan influenza yang biasa terjadi pada manusia, antara lain seseorang akan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan gejala terjadinya demam 38 derajat celcius. Atau lebih, batuk, pilek, sakit tenggorokan, badan lemas, pegal linu, nyerinotot, pusing, peradangan selaput mata (mata memerah), disertai dengan mencret dan muntah.

Keadaan ini berlanjut menjadi gejala sesak nafas yang panjang dan dapat terjadi pada seseorang yang terkena flu manusia biasa. Dugaan penyakit flu burung bisa diarahkan pada yang bersangkutan apabila dalam seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang sedang terjangkit penyakit flu burung, kontak dengan unggas yang dicurigai menderita flu burung, maupun bekerja pada suatu laboratorium yang sedang memproses spesimen atau sampel manusia bisa juga binatang yang dicurigai menderita flu burung.

Namun demikian, seseorang yang menunjukkan gejala ISPA anaknya meningkatkan kewaspadaan apabila sebelumnya telah mengalami kontak dengan unggas maupun burung-burung liar. Seringkali virus flu burung bersifat tidak patogen pada hewan hewan tersebut sehingga hewan-hewan itu akan terlihat sehat meskipun di dalam tubuhnya memiliki kandungan virus influenza H5N1 yang siap ditularkan pada manusia ataupun hewan lainnya.

Penulis : Lathiva

Editor : Thia Destiani

Sudah baca berita ini ?

Berita Terkini

Inilah 4 Hal yang Menandakan Anda Jatuh Cinta Padanya

9 Menit lalu

HarianBernas.com - Setiap orang pasti ingin merasakan indahnya jatuh cinta. Rasanya, hidup Anda tidaklah lengkap apabila belum per... Selengkapnya

Jantung Pisang dengan Sejuta Manfaat

24 Menit lalu

HarianBernas.com – Jika dilihat sepintas, memang jantung pisang tidak terlihat istimewa. Bahkan sering dianggap sebagai bagi... Selengkapnya

Manfaat Kulit Tomat yang Harus Anda Tahu

39 Menit lalu

HarianBernas.com – Setelah mengupas tomat, jangan langsung membuang kulit tomat ke tempat sampah. Karena dibalik kulit tomat... Selengkapnya

Cara Pembuatan dan Pengolahan Kolang Kaling

54 Menit lalu

HarianBernas.com – Kolang-kaling tidak mengenal musim dan mudah ditemukan di pasaran sehingga kapanpun Anda ingin mengolahny... Selengkapnya

Bagi Pengantin Baru, 4 Tip Ini Akan Membuat Keuangan Rumah Tangga Menjadi Sehat

1 Jam lalu

HarianBernas.com - Apakah Anda merupakan pasangan pengantin baru? Anda pasti sudah mulai merencanakan keuangan rumah tangga Anda, ... Selengkapnya

Masih Awam, 4 Cara Ini Mampu Menjaga Keamanan Kartu Kredit saat Belanja

1 Jam lalu

HarianBernas.com - Anda pasti pernah atau sering berbelanja dengan menggunakan kartu kredit. Namun, apakah sudah menjaga keam... Selengkapnya

5 Tips Atur Uang Saat Berbisnis

2 Jam lalu

HarianBernas.com - Setiap bisnis yang dijalankan pasti memerlukan pengelolaan keuangan yang bijak dan baik supaya bisnis ters... Selengkapnya