Harian Bernas

Tari "Ngentub" Gita Gilang, Solidaritas Mengalahkan Angkara Murka

20 Mei 2017

Seni Budaya

Tari

adegan Tari Ngentub karya Gita Gilang (sumber foto : Istimewa)

YOGYAKARTA, HarianBernas.com - Kerukunan, kekompokan dan perasaan senasib yang mewujud dalam solidaritas mampu mengalahkan keangkaramurkaan. Dengan solidaritas yang kuat, akhirnya, tawon-tawon madu mampu mengalahkan tawon tanah yang bertubuh besar, kuat dan gemar memutilasi dan memangsa korban. Caranya dengan menindih tawon tanah, hingga kehabisan nafas dan mati.

Itulah pesan moral tari “Ngentub” karya koreografer Gita Gilang yang digelar di Societet Taman Budaya Yogyakarta (18/5). Melibatkan sekitar 50 penari, pergelaran sepanjang 55 menit ini mampu memukau penonton yang memadati gedung. Acara ini menjadi bagian dari program pergelaran seni eksperimentasi yang diselenggarakan TBY.  

Pementasan dibuka dengan tarian pencari rumput yang dibawakan Gita Gilang. Ketika tokoh itu hendak membabat rumput di dekat gundukan tanah, mendadak ia disengat tawon tanah. Racun tawon itu sangat ganas, hingga dalam waktu sekejap, sang pencari rumput itu pun tewas.

“Itulah lukisan kematian Pak De saya yang wafat tahun 2005. Sebagai bentuk penghormatan, kematian beliau saya jadikan inspirasi tari ‘Ngentub’,” ujar Gita Gilang membuka pertunjukan.  

Dalam balutan cahaya yang digarap penata lampu Edo Nurcahyo, adegan demi adegan mengalir secara dinamis. Dimulai dari ‘jejeran’ tawon-tawon madu dewasa yang marah karena diganggu para para lelaki perusak hutan. Suasana semakin mencekam ketika muncul tawon tanah. Dengan menggunakan teknik sling, tawon itu diangkat tinggi-tinggi, lalu terbang dan hinggap di level bawah. Di situ, tawon tanah mengamuk, membunuh para perusak hutan. Puncaknya adalah ketika tawon tanah membunuh tawon-tawon kecil dan memakannya. Ini membuat kawawan tawon madu murka. Dipimpin ratu tawon, mereka melawan tawon tanah dan berhasil mengalahkannya.

“Tarian ini merupakan pencapaian Gita Gilang secara estetik dan tematik yang cukup penting. Dia mampu mengolah persoalan dunia tawon dengan sangat menarik dan menyentuh. Gerakan-gerakan kompak atau bergaya rampak menjadikan tarian ini enak ditonton. Tentu juga karena dukungan komposisi tarian, suasana dramatis dan iramanya yang dinamis,”ujar Indra Tranggono, yang menjadi nara sumber program  pergelaran tari eksperimentasi.

Nara sumber lain, Dr Sumaryono MA mengatakan, Gita Gilang relatif berhasil di dalam menyajikan tontonan yang menarik dan menghibur. Tarian ini cukup komunikatif, renyah,  dan menampilkan unsur-usur humor segar, khas Gita Gilang.

“Pertunjukan mengalir lancar. Penonton beberapa kali tertawa melihat adegan yang menggelitik dan lucu,” ujar Sumaryono, dosen ISI Jurusan Tari itu. Sumaryono cukup terkesan dengan keunikan kostum berupa tubuh tawon. Adapun untuk penari, ia sangat terkesan dengan penampilan Hari yang mampu menampilkan karakter ganas tawon tanah. Selain itu, musik yang digarap Fajar Chotit, dinilai pakar tari itu, cukup berhasil mendukung suasana pertunjukan.

Kepala TBY Drs Dyah Tetuka Suryandaru menyambut baik tari garapan Gita Gilang. “Saya berharap, tarian ini mampu memberi inspirasi bagi para penari, pencipta tari dan masyarakat,” ujarnya.

Gita Gilang mengatakan lebih memilih tema sederhana dalam menggarap tarian. “Tema yang kita akrabi lebih mudah untuk digarap. Untuk tarian ‘Ngentub’, saya telah melakukan studi tentang dunia tawon, dalam waktu cukup panjang. Bahkan ide itu sudah menjadi obsesi kreatif saya sejak lama,”ujar Gita yang telah tampil menari dan mengajar tari di berbagai negara baik Asia maupun Eropa.

Penulis : Indra Tranggono, Pengamat Budaya

Penulis : Elyandra Widharta

Editor : Thia Destiani

Sudah baca berita ini ?

Berita Terkini

Inilah 4 Hal yang Menandakan Anda Jatuh Cinta Padanya

6 Menit lalu

HarianBernas.com - Setiap orang pasti ingin merasakan indahnya jatuh cinta. Rasanya, hidup Anda tidaklah lengkap apabila belum per... Selengkapnya

Jantung Pisang dengan Sejuta Manfaat

21 Menit lalu

HarianBernas.com – Jika dilihat sepintas, memang jantung pisang tidak terlihat istimewa. Bahkan sering dianggap sebagai bagi... Selengkapnya

Manfaat Kulit Tomat yang Harus Anda Tahu

36 Menit lalu

HarianBernas.com – Setelah mengupas tomat, jangan langsung membuang kulit tomat ke tempat sampah. Karena dibalik kulit tomat... Selengkapnya

Cara Pembuatan dan Pengolahan Kolang Kaling

51 Menit lalu

HarianBernas.com – Kolang-kaling tidak mengenal musim dan mudah ditemukan di pasaran sehingga kapanpun Anda ingin mengolahny... Selengkapnya

Bagi Pengantin Baru, 4 Tip Ini Akan Membuat Keuangan Rumah Tangga Menjadi Sehat

1 Jam lalu

HarianBernas.com - Apakah Anda merupakan pasangan pengantin baru? Anda pasti sudah mulai merencanakan keuangan rumah tangga Anda, ... Selengkapnya

Masih Awam, 4 Cara Ini Mampu Menjaga Keamanan Kartu Kredit saat Belanja

1 Jam lalu

HarianBernas.com - Anda pasti pernah atau sering berbelanja dengan menggunakan kartu kredit. Namun, apakah sudah menjaga keam... Selengkapnya

5 Tips Atur Uang Saat Berbisnis

2 Jam lalu

HarianBernas.com - Setiap bisnis yang dijalankan pasti memerlukan pengelolaan keuangan yang bijak dan baik supaya bisnis ters... Selengkapnya